• Jelajahi

    Copyright © DPP ASTINA - Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    UNICEF Dukung Penguatan Muatan Pemberdayaan Pendidikan Kesetaraan Paket C

    ASTINA DKI JAKARTA
    19/12/2025, 16:57 WIB Last Updated 2025-12-19T09:57:29Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Pendidikan Kesetaraan Paket C merupakan jalur pendidikan nonformal yang diselenggarakan untuk memberikan layanan pembelajaran setara Sekolah Menengah Atas bagi masyarakat yang menempuh pendidikan di luar sistem formal. Keberadaan Paket C selama ini berperan penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi murid yang memiliki latar belakang sosial, ekonomi, dan pengalaman belajar yang beragam. Dalam perkembangannya, Pendidikan Kesetaraan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan ijazah, tetapi juga pada penguatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kehidupan murid.

     

    Pendekatan tersebut tercermin dalam dukungan United Nations Children’s Fund atau UNICEF Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengembangan dan penyempurnaan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan nonformal melalui penguatan Muatan Pemberdayaan yang terintegrasi dalam kurikulum Paket C.

     

    Sebagai tindak lanjut dari proses pengembangan modul, UNICEF Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C pada 16 sampai 17 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Swiss Belhotel Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Lokakarya ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pendidik, serta perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Sanggar Kegiatan Belajar dari berbagai daerah.

     

    Dalam kerangka acuan kegiatan yang disusun UNICEF, Pendidikan Kesetaraan diposisikan sebagai jalur pembelajaran penting bagi remaja yang melanjutkan pendidikan melalui pendidikan nonformal. Murid Paket C umumnya memiliki pengalaman belajar yang tidak seragam, baik dari segi usia, latar belakang sosial, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Kondisi ini menuntut pendekatan pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan mudah diterapkan oleh pendidik.

     

    Muatan Pemberdayaan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui muatan ini, murid diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, mengekspresikan gagasan, serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang mendorong pemecahan masalah. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada penguatan kemampuan mengelola diri, bekerja sama, dan memahami lingkungan sosial.

     

    Penguatan Muatan Pemberdayaan sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor 46 Tahun 2025. Dalam bagian Capaian Pembelajaran Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan mengelola diri, berinteraksi secara positif dengan lingkungan, serta berperan dalam kehidupan sosial. Capaian pembelajaran tersebut menjadi acuan bagi pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Paket C.

     

    Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan yang difasilitasi UNICEF menjadi ruang penting untuk menelaah kesesuaian Modul Pemberdayaan Remaja dengan capaian pembelajaran tersebut. Dalam kegiatan ini, peserta melakukan kajian terhadap struktur modul, alur pembelajaran, kegiatan inti, serta bentuk penilaian yang digunakan. Selain itu, aspek keterbacaan bahasa, kemudahan penggunaan, inklusivitas, dan kesesuaian dengan kondisi pembelajaran pendidikan nonformal turut menjadi perhatian.

     

    Proses konsultatif ini bertujuan memastikan bahwa modul dapat digunakan secara efektif oleh pendidik di lapangan. Modul diharapkan tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, tetapi benar benar berfungsi sebagai panduan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan murid Paket C. Dengan demikian, Muatan Pemberdayaan dapat diimplementasikan secara konsisten dan bermakna dalam kegiatan belajar.

     

    Bagi pendidik, keberadaan Modul Pemberdayaan Remaja membantu dalam menyusun pembelajaran yang terarah namun tetap fleksibel. Modul ini memberi panduan dalam mengelola kegiatan belajar yang melibatkan murid secara aktif melalui diskusi, kerja kelompok, dan refleksi pengalaman. Pendekatan ini mendukung pembelajaran yang partisipatif dan mendorong keterlibatan murid dalam proses belajar.

     

    Penguatan Muatan Pemberdayaan juga mencerminkan perhatian terhadap peningkatan kualitas Pendidikan Kesetaraan secara berkelanjutan. Pendidikan nonformal dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional, dengan peran strategis dalam menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. Oleh karena itu, peningkatan mutu pembelajaran menjadi agenda penting dalam pengembangan Pendidikan Kesetaraan.

    Melalui dukungan UNICEF, Pendidikan Kesetaraan Paket C diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan murid. Paket C tidak hanya diposisikan sebagai jalur memperoleh ijazah setara SMA, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan kapasitas, kemandirian, dan kesiapan murid dalam kehidupan sosial.

    Penyelenggaraan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja menunjukkan komitmen bersama antara UNICEF dan pemerintah dalam memastikan kualitas pembelajaran pendidikan nonformal. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan.

     Dengan penguatan Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan Paket C diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. Pendekatan ini memperkaya proses pembelajaran dengan memberi ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan potensi dan pengalaman mereka. Pada akhirnya, Pendidikan Kesetaraan diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berdaya dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. (Astatik Bestari)

     

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler