• Jelajahi

    Copyright © DPP ASTINA - Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Menggiling Kopi di PKBM: Blueprint Sukses 'Tutorpreneur' Barista dari Konferensi ASTINA

    DPP ASTINA
    03/11/2025, 03:30 WIB Last Updated 2025-11-07T02:39:21Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Menggiling Kopi hingga Sukses di PKBM: Duet Maut Pengelola dan Tutor Barista Ciptakan Blueprint 'Tutorpreneur'

    SEMARANG, ASTINA – Aroma kopi yang diseduh secara presisi seketika mengusir kantuk di ruang lokakarya Astina Conference. Ini bukan rehat kopi biasa. Ini adalah Sesi 2, sebuah demonstrasi langsung bagaimana sebuah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bisa dan harus memiliki unit usaha mandiri yang profesional.

    ​Di panggung, hadir duet inspiratif: Ibu Tusliha, pengelola visioner PKBM Putra Bangsa, dan Mas Sukro Nugroho, tutor yang juga seorang asesor barista profesional. Sesi mereka bukanlah sekadar teori, melainkan jawaban telak atas kegelisahan yang mengemuka di sesi sebelumnya.

    ​Arsitek dan Eksekutor: Visi Bu Tusliha, Aksi Mas Sukro

    ​Jika sesi sebelumnya diisi dengan diskusi alot tentang tantangan tutor—mulai dari mencari "kantong bantuan" hingga ironi tutor P3K yang "hijrah" ke sekolah formal—maka sesi Ibu Tusliha dan Mas Sukro adalah solusi nyatanya.

    ​Ibu Tusliha, sang arsitek, memaparkan filosofinya. Baginya, memberdayakan lembaga berarti memberdayakan tutornya terlebih dahulu.

    ​"Beranilah pengelola PKBM menyekolahkan sertifikasi [tutor] sesuai dengan yang kita miliki," tegasnya.

    ​Dia tidak hanya berbicara. PKBM Putra Bangsa miliknya memiliki Teaching Factory yang lengkap. Ia berinvestasi pada SDM-nya, mengubah tutornya dari sekadar pengajar menjadi profesional bersertifikat.

    ​Masuklah Mas Sukro, sang eksekutor. Ia adalah bukti hidup dari visi Ibu Tusliha. "Teman-teman kita di PKBM Putra Bangsa itu memiliki keterampilan lain," jelas Mas Sukro. "Dengan keterampilan ini, Butus itu menjamin penghargaan dan perlindungan untuk tutor."

    ​Mas Sukro, yang juga seorang asesor dan pengurus LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi) Barista, kemudian mengambil alih panggung. Ia tidak sedang "mengajar"; ia sedang mendemonstrasikan sebuah profesi—sebuah jalan baru kemandirian finansial bagi para tutor.

    Tutorial: Resep Menjadi 'Tutorpreneur' Kopi ala PKBM Putra Bangsa

    ​Berikut adalah rangkuman tutorial mendetail dari Mas Sukro, sebuah blueprint untuk membangun unit usaha kopi, dari nol hingga level komersial.

    ​Langkah 1: Pahami Senjata Anda (Teori Dasar)

    ​Sebelum menyeduh, seorang 'Tutorpreneur' harus paham produknya.

    • Jenis Kopi: Kenali perbedaan utama. Arabika (rasa cenderung asam, manis, seperti buah, kafein rendah) dan Robusta (rasa cenderung pahit, kafein tinggi).
    • Profil Roasting: Ini menentukan metode seduh.
      • Light Roast: (Kuning keemasan) Ideal untuk Arabika, menonjolkan rasa asam buah.
      • Medium Roast: (Coklat) Menyeimbangkan rasa pahit dan asam.
      • Dark Roast: (Hitam) Dominan pahit, biasanya untuk espresso.

    ​Langkah 2: Mulai dari Manual (Modal Terjangkau)

    ​Anda tidak perlu mesin mahal untuk memulai. Kuasai dua teknik dasar ini:

    A. Teknik V60 (Untuk Kopi Arabika/Rasa Buah)

    Ini adalah teknik untuk menonjolkan rasa jernih kopi.

    1. Persiapan: Siapkan 15 gram kopi Arabika (gilingan medium, seukuran gula pasir) dan air panas (suhu ideal 90°C).
    2. Rasio: Gunakan rasio 1:12. Artinya 15 gram kopi membutuhkan total 180 ml air.
    3. Flashing: Basahi kertas filter (paper filter) dengan air panas untuk menghilangkan bau kertas dan memanaskan dripper. Buang airnya.
    4. Blooming (Penting!): Masukkan bubuk kopi. Tuang air panas pertama sebanyak 30 ml (dua kali berat kopi). Diamkan selama 30 detik. Ini untuk melepaskan gas CO2.
    5. Penyeduhan: Lanjutkan menuang air secara perlahan dengan gerakan memutar hingga total air mencapai 180 ml. Total waktu seduh ideal adalah 2 menit.

    B. Teknik Vietnam Drip (Untuk Kopi Robusta/Kopi Susu)

    Ini adalah teknik klasik untuk kopi susu yang kuat.

    1. Persiapan: Tuang 30-40 ml Susu Kental Manis (SKM) ke dalam gelas.
    2. Rasio: Gunakan 15 gram kopi Robusta (gilingan medium-halus) dengan rasio 1:10 (total 150 ml air).
    3. Blooming: Letakkan dripper Vietnam di atas gelas. Masukkan kopi. Tuang air panas 30 ml dan diamkan 30 detik.
    4. Penyeduhan: Tuang sisa air hingga 150 ml, lalu tutup. Biarkan kopi menetes (tiris) hingga selesai.
    5. Saran Saji: Edukasi pelanggan untuk mengaduknya sendiri sesuai selera.

    ​Langkah 3: Lompatan Komersial (Mesin Espresso)

    ​Ini adalah level selanjutnya untuk bisnis yang serius.

    1. Dosing: Masukkan biji kopi (biasanya house blend) ke porta filter. Takaran idealnya adalah 16-18 gram untuk double shot.
    2. Tamping: Padatkan bubuk kopi di porta filter menggunakan temper. Tujuannya agar air bertekanan tidak "blong".
    3. Ekstraksi: Kunci mesin ke group head. Tekan tombol. Ekstraksi ideal untuk double shot (60 ml) adalah 20-30 detik. Kurang dari itu (under-extract) akan asam, lebih dari itu (over-extract) akan sangat pahit.
    4. Hasil: Anda mendapatkan "Espresso", cairan pekat yang menjadi dasar untuk Americano, Cappuccino, dan Latte.

    ​Langkah 4: Seni Susu (Steam Milk)

    ​Untuk membuat Latte atau Cappuccino, Anda butuh susu panas berbusa (foam).

    1. Rahasia Utama: Gunakan susu yang WAJIB DINGIN. Susu suhu ruang akan "pecah" dan tidak menghasilkan foam yang baik.
    2. Proses: Masukkan ujung steam wand ke permukaan susu di milk jug untuk memasukkan udara (bunyi "csss").
    3. Pemanasan: Setelah foam cukup, tenggelamkan wand untuk memanaskan susu hingga mencapai suhu maksimal 70°C (saat jug sudah terlalu panas untuk dipegang).
    4. Finishing: Tuang hasil steam milk ke dalam cangkir berisi espresso untuk membuat Latte Art.

    Solusi atas Kegelisahan Peserta

    ​Sesi workshop barista ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang kopi. Sesi ini adalah tentang martabat dan kemandirian. Model PKBM Putra Bangsa menjawab langsung kegelisahan peserta di Sesi 1:

    • Menjawab Masalah P3K: Ketika seorang tutor (seperti Mas Sukro) memiliki sertifikasi kompetensi sebagai barista, asesor, dan wirausahawan, status P3K tidak lagi menjadi satu-satunya jalan hidup. "Dia diberikan keterampilan-keterampilan yang mendukung," yang berarti dia memiliki bargaining power dan sumber penghasilan ganda. Dia tidak akan "hilang" dari ekosistem PNF karena dia adalah bagian penting dari teaching factory yang juga menghasilkan.
    • Menjawab Masalah 'Kantong Bantuan': Ibu Tusliha tidak lagi pusing mencari "kantong bantuan" dari kementerian. Dia menciptakan kantong bantuannya sendiri. Teaching factory barista-nya adalah mesin uang yang mensubsidi silang operasional pendidikan di PKBM-nya.

    ​Sesi ditutup dengan tepuk tangan meriah. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu meracik kopi, mereka mendapatkan inspirasi bahwa menjadi pendidik kesetaraan bisa sejahtera, mandiri, dan keren. (Panitia) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler