• Jelajahi

    Copyright © DPP ASTINA - Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Menjembatani Kesenjangan Digital: Dit. PNFI Siapkan Ekosistem SDM untuk Maksimalkan Bantuan IFP

    DPP ASTINA
    13/11/2025, 20:14 WIB Last Updated 2025-11-13T13:14:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    JAKARTA
     – Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran kini memasuki fase krusial. Setelah ribuan unit Interactive Flat Panel (IFP) didistribusikan ke Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) di seluruh Indonesia, fokus kini beralih dari sekadar pengadaan sarana (hardware) ke penyiapan suprastruktur esensial: kesiapan sumber daya manusia (brainware). Menjawab tantangan tersebut, Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (Dit. PNFI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, mengambil langkah strategis dengan menggelar Bimbingan Teknis dalam format Training of Trainer (ToT) pada 10-13 November 2025 di Luminor Hotel Kota, Jakarta Barat.

    Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan 100 agen diseminasi pengetahuan. Peserta, yang terdiri dari elemen kunci ekosistem SPNF mencakup Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Kepala Sanggar Kegiatan Belar (SKB), Pamong Belajar, dan Tutor—dipersiapkan untuk menjadi pelatih di wilayah mereka masing-masing. Tujuannya jelas: memastikan teknologi canggih yang telah dikirim unit Hisense Tipe 75WM61FE dengan layar 75 inci, RAM 16GB, dan OS Android 13 dapat terintegrasi secara utuh dalam proses pedagogi, bukan sekadar menjadi pemenuhan administrasi.

    Direktur PNFI, Baharudin, dalam sambutan pembukanya, Senin (10/11) malam, menekankan bahwa tantangan terbesar digitalisasi bukanlah pada perangkatnya, melainkan pada kemauan dan kapasitas penggunanya. “Sebuah fasilitas yang tidak dimanfaatkan justru akan menjadi kerugian,” tegas Baharudin. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) yang bertujuan untuk menyiapkan para narasumber dan fasilitator. Kami meyakini telah mengundang orang-orang yang tepat. Sebab, jika yang diundang adalah mereka yang 'alergi' terhadap laptop, nantinya akan sulit untuk menyesuaikan diri. Apalagi teknologi yang akan kita gunakan adalah touch screen,” lanjutnya.

    Selama empat hari, peserta tidak hanya dilatih aspek teknis operasional IFP oleh Tim Hisense, tetapi juga menerima kurikulum komprehensif yang menyentuh pilar utama implementasi. Peserta mendapatkan arahan strategis "Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran" langsung dari Direktur PNFI, yang diperkuat dengan materi krusial "Pendampingan dan Pengawasan" dari Inspektorat Jenderal (Itjen) serta "Administrasi Perangkat (BAPP & Pertanggungjawaban)" dari Setditjen Vokasi PKPLK. Aspek teknis ini kemudian diintegrasikan dengan pemanfaatan perangkat lunak, di mana Pusdatin Kemendikdasmen membawakan materi kunci "Strategi Pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan (Ruang Murid)". Untuk memastikan dampak pedagogis, Puskurjar Kemendikdasmen membekali peserta dengan materi "Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam Digitalisasi Pembelajaran di SPNF," sebelum peserta ditantang "Mendesain Kegiatan Interaktif Berbasis IFP" dan melakukan praktik langsung melalui sesi Microteaching.

    Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), di mana setiap fasilitator memetakan rencana diseminasi pengetahuan sekembalinya mereka ke daerah masing-masing. Untuk memastikan akuntabilitas program, Direktorat PNFI juga telah mengimplementasikan sistem pelaporan yang ketat melalui SIREDI (Aplikasi Pemantauan Revitalisasi dan Digitalisasi Pembelajaran). Melalui aplikasi ini, satuan pendidikan penerima bantuan tidak hanya wajib mengunggah dokumen serah terima (BAST) dan video unboxing, tetapi juga yang terpenting diwajibkan mengunggah dokumentasi pemanfaatan IFP dalam proses pembelajaran secara berkala. Langkah ini, sejalan dengan harapan Direktur PNFI, diambil untuk memastikan investasi besar pemerintah pada perangkat keras benar-benar berdampak nyata pada transformasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan nonformal. (Astatik Bestari)

     

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler