masukkan script iklan disini
SEMARANG, ASTINA – Pemerintah menunjukkan keseriusan penuh dalam mendukung transformasi pendidikan nonformal (PNF). Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Dr. Baharudin, M.Pd, memaparkan bahwa pendidikan kesetaraan kini menjadi salah satu fokus utama dalam program digitalisasi dan revitalisasi sarana pendidikan.
Berbicara sebagai keynote speaker secara daring dalam Astina Learning & Entrepreneurship Conference 2025, Dr. Baharudin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (Astina) yang dinilai berperan aktif dalam mewujudkan visi "pendidikan bermutu untuk semua".
"Saya atas nama Direktorat... menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Astina dan seluruh jajaran yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini," ujarnya.
π Dukungan Nyata Melampaui Target
Menepis anggapan bahwa pendidikan nonformal dianaktirikan, Dr. Baharudin membeberkan data konkret dukungan pemerintah. Salah satu yang paling signifikan adalah program revitalisasi sarana.
"Kita melihat data... SKB (dan) PKBM mendapatkan bantuan revitalisasi 176 (unit), dari 59 yang ditargetkan di awal. Artinya ada hampir 300% peningkatan revitalisasi sarpras," ungkapnya.
Selain itu, ia menegaskan adanya "perhatian serius" pemerintah terhadap digitalisasi pendidikan nonformal. Tahun ini saja, sebanyak 3.000 paket bantuan digital didistribusikan, dari target total 11.000 paket. Ia juga berterima kasih kepada Astina yang telah terlibat langsung dalam pengembangan konten untuk pembelajaran digital.
π€ Tantangan Baru: AI, Coding, dan TKA
Dr. Baharudin menekankan bahwa dukungan sarana harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Ia menggarisbawahi dua program prioritas kementerian yang wajib diadaptasi oleh ekosistem pendidikan kesetaraan:
* Pembelajaran Coding dan AI: Ia menyoroti bahwa pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial (AI) kini diterapkan di semua jenjang. Ia secara khusus meminta agar program ini juga menyasar anak-anak di pendidikan nonformal. "Sehingga nanti harapannya anak-anak (kita) tidak ketinggalan dari anak-anak yang ada di pendidikan formal," tegasnya.
* Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Ia menyebut bahwa Astina dan forum PKBM memiliki tugas penting untuk mengambil peran dalam peningkatan kompetensi tutor terkait implementasi pembelajaran mendalam.
Selain itu, Dr. Baharudin secara khusus meminta bantuan Astina untuk terus menyosialisasikan pentingnya Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik Paket C yang ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi.
π¬ Panggilan untuk Rekomendasi Kebijakan
Sebagai penutup, Direktur PNFI tidak hanya hadir untuk membuka acara, tetapi juga untuk "menjemput bola". Ia berharap lokakarya yang diselenggarakan Astina dapat melahirkan gagasan-gagasan produktif dan inovatif.
"Harapannya nanti, Pak Lilik (Ketum Astina) dan seluruh tim, rekomendasi ini mohon juga disampaikan kepada kami," pintanya. "Menjadi bahan untuk perbaikan kebijakan-kebijakan ke depan."
Permintaan ini memberikan sinyal kuat bahwa masukan dari praktisi di lapangan (tutor) sangat dinantikan oleh direktorat untuk merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan berdampak.(Panitia)
