masukkan script iklan disini
SEMARANG – Gelaran Astina Learning and Entrepreneur Conference di Novotel, Semarang, pada Sabtu (1/11/2025), menghadirkan sesi inspiratif dari Anna Wardiyati, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cemerlang Wonosobo. Di hadapan para peserta konferensi, Anna membagikan visinya tentang bagaimana lembaga pendidikan nonformal (PNF) dapat mandiri secara finansial sekaligus memberdayakan para pendidiknya.
Dalam paparannya, Anna mengungkap terobosan langka yang berhasil ia terapkan di Wonosobo: memberikan kesejahteraan yang layak bagi seluruh Tutor Kesetaraan Paket A, B, dan C sesuai standar Upah Minimum Regional (UMR). Pencapaian ini, menurutnya, mustahil terjadi tanpa dukungan unit usaha pemberdayaan yang dikelola secara profesional oleh PKBM. Unit usaha tersebut mencakup produksi "Produk Carica Cemerlang", "Bintang Cemerlang Snack", serta unit distributor gula dan bahan industri.
Perjalanan Anna dalam menyinergikan pendidikan dan wirausaha bukannya tanpa halangan. Ia mengaku sempat dipanggil oleh Dinas Pendidikan setempat yang memintanya untuk memilih fokus: mengelola layanan pendidikan nonformal atau mengembangkan unit usaha produksi. Pilihan tersebut dirasa berat karena kedua aspek tersebut saling menopang di PKBM Cemerlang.
Dengan tegas, Anna menolak memilih salah satu. Ia memegang prinsip bahwa layanan pendidikan dan unit usaha tidak dapat dipisahkan karena sudah sejalan dengan ruh pendidikan itu sendiri. "Ciri khas Pendidikan Nonformal (PNF) adalah keterampilan dan pemberdayaan," ujar Anna dalam konferensi tersebut, menegaskan bahwa unit usaha adalah wujud nyata dari pemberdayaan yang diajarkan di lembaganya.
Kisah sukses PKBM Cemerlang yang diangkat dalam konferensi ini menjadi bukti nyata pentingnya kegiatan Astina Learning and Entrepreneur Conference. Para praktisi pendidikan dan wirausaha yang hadir sepakat, kegiatan yang digagas Astina ini perlu dipertahankan dan berkelanjutan. Inisiatif semacam ini dipandang krusial untuk terus menyebarkan inspirasi, membagikan praktik terbaik, dan mendorong lahirnya lebih banyak inovator yang memadukan pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi di Indonesia.
Ditulis oleh: Umi Yesi (Bidang Kesharlindung DPP Astina)
