• Jelajahi

    Copyright © DPP ASTINA - Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Bertemu Kemendiknas, ASTINA Bahas Standar Tutor dan P3K

    ASTINA
    29/04/2026, 13:41 WIB Last Updated 2026-04-29T06:46:07Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Foto audiensi pengurus DPP ASTINA dengan pimpinan Direktorat Guru PAUD dan PNF di Gedung C Kemendiknas, Jakarta

    Jakarta, 29 April 2026
    – Jajaran Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (ASTINA) mengadakan audiensi strategis dengan pimpinan Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) di Gedung C Kemendiknas hari ini.

    Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi krusial terkait masa depan pendidikan kesetaraan di Indonesia.

    Delegasi ASTINA dihadiri oleh perwakilan pengurus, di antaranya Lilik Subarliyanto, Rita Mulyanti, Tety Mulyati, M. Kurtubi, dan Harti Purwanti. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, ASTINA menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus perjuangan para tutor:

    1.  Apresiasi Regulasi Baru: ASTINA menyambut baik dan mengapresiasi terbitnya Permendikbudristek No. 21 Tahun 2025 mengenai Standar Pendidik (Tutor) yang sudah lama dinantikan. Aturan ini diharapkan memberikan kepastian payung hukum dan perlindungan profesi bagi tutor pendidikan kesetaraan di lapangan.

    2. Nasib Penempatan Tutor P3K: ASTINA menyoroti fenomena banyaknya tutor dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berhasil lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), namun penempatannya justru digeser ke sekolah formal. Mereka berharap ada kebijakan nyata agar formasi tutor P3K dapat kembali ditempatkan di pendidikan kesetaraan (SKB/PKBM).
     
    3. Tantangan Pendidikan Inklusif dan Penanganan ABK:  Di lapangan, terdapat sekitar 6.900 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang bersekolah di pendidikan nonformal karena banyak orang tua enggan menyekolahkan anak mereka di jalur formal. Menyikapi hal ini, ASTINA mendorong agar tutor di PKBM dan SKB difasilitasi dengan pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) terkait penanganan pendidikan inklusif.



     4. Adaptasi Transformasi Digital (AI dan Coding): Merespons perkembangan era digital, ASTINA meminta dukungan pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan khusus terkait Kecerdasan Buatan (AI) dan pemrograman (coding) bagi para tutor. Hal ini mengingat masih banyaknya tutor kesetaraan yang belum fasih memanfaatkan teknologi tersebut.
     
    5. Peningkatan Apresiasi Tutor: ASTINA menyayangkan minimnya pergerakan dan penyelenggaraan ajang apresiasi bagi tutor di daerah-daerah belakangan ini, yang kalah pamor dibandingkan guru formal. Mereka mendorong agar pemerintah pusat kembali mendesak daerah untuk menggalakkan apresiasi tutor secara berjenjang hingga ke tingkat nasional agar semangat profesi ini terus menyala.


     Selain menyampaikan ragam aspirasi profesi, DPP ASTINA juga memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta arahan dan dukungan terkait rencana Musyawarah Nasional (Munas). ASTINA mengundang perwakilan Direktorat Guru PAUD dan PNF untuk dapat hadir langsung dalam Munas ASTINA yang rencananya akan diselenggarakan pada pertengahan Oktober mendatang di Kota Bandung, Jawa Barat.

    Audiensi ini ditutup dengan komitmen kebersamaan untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara ASTINA dan pemerintah demi memajukan kualitas pendidikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.(Admin)

    "ASTINA menyoroti fenomena banyaknya tutor SKB dan PKBM yang lolos P3K, namun penempatannya digeser ke sekolah formal. Kami berharap formasi tutor P3K dapat kembali ditempatkan di pendidikan kesetaraan."

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler