masukkan script iklan disini
SKB dan PKBM sebagai Sekolah Model 2026: Langkah Strategis Transformasi Pendidikan Nonformal
Pendidikan yang bermutu harus memberikan kesempatan belajar kepada semua orang, tanpa dibatasi oleh usia, latar belakang sosial, kondisi ekonomi, maupun jalur pendidikan yang ditempuh. Dalam konteks ini, pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat.
Pada tahun 2026, sebanyak 29 Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) yang terdiri atas 15 SKB dan 14 PKBM ditetapkan sebagai Sekolah Model untuk pelaksanaan program Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pembelajaran agar pendidikan nonformal turut beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi abad ke-21.
Penetapan sebagai Sekolah Model bukan sekadar pengakuan terhadap lembaga terpilih, melainkan juga sebuah tanggung jawab untuk menjadi contoh praktik pembelajaran yang bermutu. Lembaga terpilih diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang bermakna, mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mengenalkan keterampilan digital sesuai dengan kebutuhan dan konteks kehidupan warga belajar.
Lebih jauh, program ini membuka peluang bagi peserta didik pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C untuk memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui pendekatan yang fleksibel dan kontekstual, SKB dan PKBM dapat menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata, potensi lokal, serta kebutuhan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Infografis ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai peran SKB dan PKBM sebagai Sekolah Model 2026, mulai dari jumlah lembaga yang ditetapkan, kriteria seleksi, program yang dilaksanakan, hingga dampak yang diharapkan bagi ekosistem pendidikan nonformal. Informasi ini diharapkan menjadi bahan refleksi dan inspirasi bagi pengelola SKB, PKBM, pendidik, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan dan saling berbagi praktik baik.
Pada akhirnya, keberhasilan Sekolah Model tidak cukup diukur dari status penetapan atau terlaksananya kegiatan. Keberhasilan yang sesungguhnya terlihat ketika terjadi peningkatan kualitas pembelajaran, berkembangnya kompetensi warga belajar, meluasnya akses terhadap teknologi, dan tumbuhnya kemampuan lembaga lain untuk menerapkan praktik baik yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Transformasi pendidikan nonformal harus memastikan bahwa setiap warga belajar memiliki kesempatan untuk berkembang, beradaptasi, dan berkontribusi dalam masyarakat digital.
M. Kurtubi,
Pendampingan Sekolah Model PM-KKA 2026
