Tarian Guci, Pembukaan Konferensi Astina, Foto: dok Astina/Winoto
SEMARANG, ASTINA – Siapa bilang konferensi pendidikan itu melulu soal paparan serius dan RPP? "Astina Learning & Entrepreneurship Conference 2025" membuktikan bahwa acara mereka adalah paket lengkap: penuh wawasan, sarat budaya, seru, dan bertabur apresiasi.
Di sela-sela paparan berat tentang kurikulum dan Kecerdasan Buatan (AI), ada banyak momen "santai namun berkesan" yang justru menunjukkan wajah asli komunitas tutor kesetaraan.
🎨 Keindahan Tarian Guci Pembuka Acara
Setelah sesi pembukaan formal yang diisi sambutan para pejabat, suasana panggung seketika berubah. Peserta disuguhi "Tarian Guci" yang spesial, dipersembahkan langsung dari komunitas sendiri, yaitu oleh PKBM Syafaat, Kabupaten Tegal.
Tarian ini bukan sekadar hiburan pembuka. Ia menjadi simbol bahwa Astina adalah wadah yang juga memberi panggung bagi kekayaan seni dan kreativitas dari satuan-satuan PNF di daerah. Sebuah pengingat santun bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
🤖 Ketika AI Jadi 'Mainan' Seru: Jajal Baju Virtual
Jika sesi malam bersama Eko Pranyono fokus pada AI untuk "pekerjaan berat" (RPP dan TKA), sesi sore hari bersama Ketum Lilik Subaryanto menunjukkan sisi lain AI: seru dan menyenangkan.
Setelah memandu peserta mendapatkan akses Gemini Pro gratis, lokakarya tidak langsung dipakai membuat RPP. Para tutor justru diajak "bermain". Mereka mempraktikkan cara mengedit foto secara instan, salah satunya adalah "mencoba" baju baru secara virtual.
Peserta diajak mengambil foto baju dari e-commerce (Shopee), lalu memasangkannya ke foto diri mereka sendiri. "Halo Gemini, tolong edit foto pertama menggunakan baju pada foto kedua, tanpa merubah wajah," bunyi salah satu prompt yang sukses dieksekusi.
Sontak, tawa dan decak kagum terdengar saat foto berhasil diedit. Sesi "jajal baju online" ini sukses memecah kekakuan dan membuktikan bahwa AI bisa menjadi alat bantu visual yang praktis sekaligus menghibur untuk bahan ajar.
🕋 Kejutan di Penghujung Hari: Ada Hadiah Voucher Umrah!
Mungkin kejutan terbesar datang di akhir hari pertama. Saat para peserta mulai lelah setelah menyerap ilmu seharian, Umi Yesi dari Bidang Kesra (Kesejahteraan dan Perlindungan) naik ke panggung.
Bukan sekadar menutup acara, beliau mengumumkan adanya apresiasi besar bagi peserta. "Kami akan memberikan 10 hadiah yang insyaallah nilainya akan sangat fantastis," ujarnya.
Kejutan utamanya? Hadiah tersebut mencakup "voucher umrah". Pengumuman ini sontak membangkitkan kembali semangat peserta. Ini adalah bukti bahwa Astina tidak hanya mendorong tutor untuk bekerja keras, tetapi juga memberikan apresiasi tertinggi bagi partisipasi mereka, bahkan hingga ke ranah spiritual. (Panitia)
